Senin, 10 November 2014

Tergopoh

Renggutan nafasku ditanganmu masih terasa
Sejak menit itu kini ku terbang
Menempuh beribu langit mendung
Mengais sinar dari mentari yang pergi begitu saja
Dan kau pun menahan geli tawa
Sedangku tergopoh

Tergopoh langkahku
Kelingking kakiku struk sesaat
Tegang dan mendingin
Rambutku kusam
Kulitku kering
Tak ada lagi rentetan hemoglobin di dagingku

Tergopoh pandanganku
Kini ku sesali
Tengah sengaja mencium dan memeluk erat sepur dan gerbong-gerbongnya
Dongkol sekali rasaku kini
Aku matipun masih bisa mencaci

Sedang hidupku penuh hingar bingar
Malamku siang
Siangku malam
Mentariku petang
Pelitaku fajar

Dan bodohnya aku
Kerap malaikat berbisik aku akan tiada
Sejak detik-detik itu berbunyi keras layaknya lonceng panggilan namaku dari Tuhan
Aku tetap saja menjadi raja dari segala hal bodoh
Bodoh dan tergopoh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tips Menabung Emas (top rekomendasi Pegadaian Digital)

Hi, masih bingung bagaimana caranya untuk memulai menabung Emas? Berikut beberapa tips untuk kamu yang ingin memulai menabung Emas ya: ...