Jumat, 14 November 2014

Pagi tak secepat malam

          Pagi tak secepat malam, dagu masih membisu pelu. Tak lagi ku hiraukan ucapan pedih yang menyayat hati. Cinta pertamaku, yang begitu runtuh digerus waktu. Seakan malaikat tahu akan arti kata-kata yang terlontar pelan tapi menyakitkan. Lagi, ku dengar ia berlari berhambur kesisi yang lain, sedangkan aku saja masih terkurung sepi di dini hari.

          Rintik hujan kini mengingatkan aku dengan satu rindu yang entah siapa yang memiliki, tiba-tiba bayangmu memutar-mutar di benakku yang kelu. Maka aku mohon ijinkan aku membahagiakan entah siapa yang berduduk sangat tinggi di hati nan kalbuku.

          Beribu-ribu alasan yang aku buat untuk tidak menemuimu beberapa hari ini, rasanya aku ingin mati saja. Setelah telinga mendengar semua cerita yang tak pernah aku harapkan. Kau, yang ku percayai baru saja mengkhianati. Bukan kah itu suatu yang harus ku hindari?

          Aku masih membohongi diriku sendiri, aku tidak pernah akan merasakan keterlukaan karena untukku cinta itu adalah kebahagiaan. Tapi ini? Mungkin kita bertemu diwaktu yang salah, ataukah?

          Aku melihatmu tersenyum manis waktu itu diantara ratusan siswa baru. Aku tepat duduk dua baris didepanmu. Lalu tiba-tiba mata kita saling berpapasan, aku hanya datar memandang wajahmu, tidak ku sangka itu adalah awal pertama kali kita berkenalan.

          ‘hai’ sapamu diawal perbincangan kita. Kita bertukar nomer telepon. Tak lama, kita sudah menjadi akrab, bahkan mungkin itu adalah permulaanku jatuh cinta..

          Hari-hariku bersamamu menjadi lebih bahagia, aku sungguh menyukai semua yang ada pada dirimu. Aku menunggumu pulang, dan kamu menungguku pulang. Aktivitas sekecil itupun sudah membuatku senang. Pernah suatu kali, aku terjebak hujan yang begitu lebat, tiba-tiba kamu datang dengan payung biru lalu mengajakku pulang.

          Aku lupa hari apa, kita sedang berkemah bersama teman-teman, aku tahu kau sama sekali tidak kuat dengan udara dingin, tapi kamu memaksakannya. Aku membawakanmu selimut tebal dan sebotol minyak kayu putih. Aku tidak mau kau sakit.

          Kau memberi semangat kepadaku dikala aku sedang resah, membuatku tertawa ketika tangis tengah menghampiri. Kau selalu begitu. Kita merayakan ulang tahun bersama, kita melewati masa-masa yang begitu indah, sampai aku tak lupa bagaimana bentuk bibirmu ketika tersenyum.
          Hari berganti hari, kita pun menjalin kasih sayang yang mengalir apa adanya. Aku mulai jatuh hati, bahkan sangat dalam sampai aku takut dengan kata kehilangan.

          Tapi hari itu datang juga, hari dimana kamu tiba-tiba mengatakan padaku bahwa kamu mencintai gadis lain, dan kamu tidak bisa berbohong. Bahkan, aku sudah memohon padamu untuk tetap tidak mengatakan apapun tentangnya. Tapi.. mungkin aku sudah tidak didengarmu, yang kau ucapkan hanyalah ilusi di masa lalu. Dan yang ku hadapi sekarang adalah kenyataan hati.

          Kau mulai memujinya didepanku, kau mulai membandingkannya denganku, kau mulai jatuh hati dengannya. Ingin ku lepas semua, tapi kau tidak ingin. Kau bilang bahwa aku adalah yang pertama dan utama. Tapi apakah kamu tahu? Bagaimana rasanya di duakan? Ditigakan? Bahkan lebih?

          Kau bilang, aku tidak akan pernah bisa membencimu karena aku mencintaimu. Yah, itu memang terjadi padaku berbulan-bulan setelah aku memutuskan untuk pergi saja. Karena jika aku tetap tinggal, hati ini terasa sakit tak terkira. Bagaimana bisa? Kau bergandengan tangan dengannya di depan mataku? Padahal dahulu tanganku juga kau genggam.

          Bagaimana bisa kamu merangkulnya didepanku? aku yang dulunya pernah kau begitukan juga? Bagaimana bisa kamu tidak menelponku sama sekali, padahal dahulu kau hampir menelponku satu jam sekali. Bagaimana bisa? Rasa yang cinta yang sedang indah-indahnya kau hilangkan bergitu saja.


          Lalu untuk apa? Aku bertemu lagi denganmu? Sedangkan hati ini sudah.. kau khianati..

Jemariku, Ms. Kuroichy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tips Menabung Emas (top rekomendasi Pegadaian Digital)

Hi, masih bingung bagaimana caranya untuk memulai menabung Emas? Berikut beberapa tips untuk kamu yang ingin memulai menabung Emas ya: ...