Jumat, 27 Februari 2015

I am not wonder women

Rasanya nggak adil banget kan kalo gue terus yang harus ngalah? tapi mau bagaimana, orang gue yang cinta :D
banyak hal yang nggak adil disini, tapi itu menurut gue bukan menurut Tuhan, karena gue juga yakin kalo Tuhan itu maha adil, maha segala-galanya. mungkin yang orang lain butuhin lebih dari gue, makanya Tuhan kasih kesempatan buat mereka untuk terus ada di atas, jiaaaah :D
Terkadang lelah juga untuk terus berjuang, tapi kalo bukan gue? siapa lagi?
gue mencintai mereka lebih dari gue mencintai diri sendiri.
Iya, mereka kedua orang tua gue.
Mereka yang selalu memberi gue sejuta semangat yang menggebu. mereka yang selalu mendukung gue, mereka yang selalu ada untuk gue disaat gue sedang ada dipuncak... entah apa itu namanya, tetapi hal itu membuat gue menangis. Hidup itu lucu. Iya sangat lucu, gue seakan berdiri sendiri, terkadang gue ingin kembali saja, menjadi gadis biasa yang tidak perlu mengejar mimpi. menjadi gadis yang hanya menunggu untuk di jemput seorang pangeran misalnya. Tapi itu terlalu sulit.
banyak sekali yang ingin gue gapai, tentu saja untuk kebahagiaan orang tua gue dan juga keluarga. mereka adalah segalanya.
But, Hidup adalah hidup.

Selasa, 24 Februari 2015

Heh Manis? masih baca blog aku? :D

Ini terlalu cepat

Aku tidak ingin merasakannya terlebih dahulu, aku sudah beberapa kali mencoba tapi tetap akan seperti ini. Aku ingin hidup dengan duniaku, aku ingin bahagia dengan pilihanku, bukan karena orang lain lagi. Aku ingin bebas meski itu sulit.

Aku ingin lari, agar orang tidak mencari, aku ingin menangis dikala aku bahagia dan aku ingin tersenyum ketika hati sudah mulai menangis. Sulit memang, tapi terkadang itu diperlukan.

Sudah, jangan paksa aku untuk mencintai siapa-siapa, karena perasaan itu tidak bisa dibuat-buat, perasaan itu tidak bisa dipaksa, karena pada dasarnya perasaan itu dari hati, dan hati tidak bisa di bohongi.

Aku egois, iya mungkin itu terlihat, tapi sungguh aku hanya ingin menjadi diriku. Entah untuk apa, tapi aku merasakan kelegaan yang begitu dalamnya saat ini, karena aku terbiasa sendiri dan ingin terus sendiri sampai entah kapan nanti waktunya.

Aku ingin menerima diriku seutuhnya, aku tidak ingin menentangnya lagi, aku akan mencoba terus memahami apa yang aku mau dan apa yang aku butuhkan. Bukan lagi pemaksaan.

Miss you,


Ai..

Kau lebih dari Puisi

Cinta di antara kita mulai tumbuh lagi dan aku yakin banyak yang tersakiti, karna waktupun ikut merasakannya. Aku sudah lelah untuk membiarkan diriku tidak berjalan dijalanku, dan aku sangat lelah untuk menjadi orang lain..

Kamu adalah satu-satunya kata yang sangat indah, yang tercipta dari segi bahasa dan ribuan kosa kata. Itupun saja terkadang kamu mengeluh sendu tentang hidupmu yang menurutku sangat indah.

Buatku, kamu adalah sosok yang terpenting. Biarkan berjalan seperti ini, karena aku tau, aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kita J

You are my everything, Baby.


Nice Skripsi dear,


Ai..

Separuh kasih tak berujung..

Rasanya ada di antara getir waktu, bukan aku bila tidak menyakiti. Maaf seribu maaf, mungkin saja tidak sanggup menggantikan air mata yang tengah mengalir dipipimu.. sungguh, aku merasa takut untuk maju, dan aku akan gila jika harus mundur..

Aku juga pernah merasakan hal yang sama sepertimu, bahkan mungkin lebih perih karena aku sedang tengah cinta-cintanya, karena hanya dia yang dapat membuatku ingat akan penampilan dan senyuman. Itupun, aku ingin mati saja tapi jangan karena Tuhan tidak mengijinkanku pulang terlebih dahulu.

Ingat cinta, ingat kata-kata Ibu. Sebuah doa yang terus menerus aku ucapkan untuk dianya aku yang tidak pernah menghiraukan aku, terkadang dikabulkan. Dia kembali, dan menyakiti lalu pergi.

Aku terkadang muak, tapi rasa sayang ini lebih besar dari rasa muak ku, rasa cinta ini tidak begitu rumit. Hanya saja dia tidak pernah mengerti, lalu kini dia kembali.

Aku dengan sadar menerimanya, bukan karena merasa kasihan tapi karena cinta.
Terkadang aku juga merasa lelah dibeginikan, tapi untuk apa bertahan jika kini hanya sisa kenangan? Lalu untuk apa masih mencintai bila akhirnya aku diduakan juga?

Jangan begini, biarkan waktu yang menjawab, karena bagimu status tidak diperlukan. Karena bagimu, selalu ada kata ‘terputus’ diantara sebuah status.

Dan kini, aku mengimbangimu, karena cinta ini akan terus ada dan mengalir, entah sampai kapan. I need you.

with Love,


Ai..

Omaygod

 Hai, aku baru ingat password. Yeayyy